Sebuah tangisan dari dalam ruang bersalin membawa Kevin dari lamunannya mengenai Tiara. Dia mengangat wajahnya menatap Imah dan Siti yang tersenyum lebar sebagai pertanda jika suara tangisan itu adalah bayinya. Kevin menghela nafas lega dan mengucapkan syukur. Kini ia menjadi ayah dari seorang bayi yang sudah lama ditunggu. Sarah keluar dari kamar dan menuju ke arahnya. Terlihat jelas kebahagiaan di wajahnya yang berumur tapi tetap cantik. Tentu saja berbagai produk perawatan berperan di sana. "Kau sekarang menjadi ayah." Imah segera mengucapkan selamat. Begitu pula dengan Siti. "Selamat tuan, kau menjadi ayah sekarang." Kevin tersenyum tipis. Dia bukan pria yang mudah tersenyum lebar seperti orang lain saat mendapatkan kabar gembira. Namun matanya yang berbinar mengatakan dengan jel

