Berdiri di depan cermin yang menghadap ke tempat tidur—mudah bagiku untuk menangkap basah Adit yang terus melirik ke arahku. Pria itu bahkan tidak terkejut ketika aku menoleh padanya secara cepat. "Adit! Jangan lihatin kayak gitu!" ucapku kesal menyembunyikan malu, kemudian memilih mengambil paper bag, membawanya ke kamar mandi daripada dilihat Adit berpakaian secara terang-terangan. Sekitar lima menit kemudian, aku sudah keluar, menenteng paper bag tadi. Mengeluarkan jilbab dari sana, untuk dipakai. Ia memesan pakaian ini pagi tadi, karena aku rencana mau langsung ke kafe tanpa perlu ke pulang lagi. "Apa cuma perasaan saya saja, Nissa, kalau kamu makin berisi sekarang?" "Hah?" Aku sedikit panik atas ucapannya, dan segera menarik gamis hingga membentuk leluk tubuh. Lalu membenarkan

