Padahal, aku baru saja berdiri lima menit, tetapi pegal sudah menjalari kaki. Namun, aku masih harus mengecek jumlah kardus berisi kue, yang akan dikirim nantinya. "Bu, istirahat aja. Biar nanti saya yang bantu hitungin barangnya." Salah seorang karyawati menegur, dan rasanya aku memang sudah selemah itu. Napasku mudah ngos-ngosan hanya karena berjalan sebentar, jadi, aku memberikan buku dan pulpen padanya, lalu mencari sebuah kursi plastik untuk aku duduki. Hanya menyimak dalam diam, sembari mengusap perut. Sekarang, usianya sembilan bulan. Hanya perlu menghitung hari bayi ini akan keluar, tetapi ayahnya sama sekali tidak pernah muncul. Aku hanya dikabari sesekali oleh Kak Fajar mengenai keadaan di sana. Ia nyatanya belum berani menikahi Naura sekarang, karena belum stabilnya ekonomi

