8. Skenario Cinta

1899 Kata
Pagi ini Adam membawa Asyila berjalan-jalan ke tempat yang menyenangkan, supaya mereka berdua pun bisa menikmati kebersamaan mereka yang mulai terjalin. Namun sebelum itu, Adam mengajak Asyila ke kantornya terlebih dahulu, sebenarnya hari ini dan beberapa hari kedepan dia akan ambil libur. Namun karena papa Asyila mengambil liburnya mendadak, jadi ada meeting yang tidak bisa di batalkan begitu saja. Makannya dirinya pun datang ke kantor. Awalnya Asyila menolak, karena dia tidak ingin menyulitkan papanya, namun papa Asyila mengajaknya pun bukan tanpa sebab. Dia juga ingin memperkenalkan Asyila tentang apa saja usaha yang di jalaninya selama ini. “ Pa.” Ucap Asyila yang juga belum keluar mobil saat mereka sudah sampai di depan kantor. “ Kenapa sayang.” “ Asyila tunggu di mobil aja ya.” “ Kenapa, apa kamu malu jalan sama papamu sendiri.” “ Bukannya seperti itu pa, Asyila hanya ngga mau menyulitkan papa. Kalau nanti mereka semua tahu siapa Asyila yang sebenarnya. Pasti nama baik papa akan tercoreng. Papa seorang pengusaha yang juga harus menjaga nama baik papa sendiri. Dan Asyila ngga mau jadi penyebab semua itu pa.” Balas Asyila. “ Sayang, jangan bicara seperti itu. Justru papa ingin mengumumkan kepada dunia. Kalau papa punya seorang putri yang begitu cantik dan hebat. Apapun yang terjadi kedepannya akan papa hadapi sayang. Jangan juga menyalahkan dirimu seperti itu. Bertemu denganmu pun salah satu kebahagiaan terbesar papa nak. Jadi papa mohon tetaplah di samping papa. Karena sekarang kamu salah satu kekuatan papa Syil.” Jawab Adam yang meyakinkan Asyila, mendengar papanya mengatakan hal seperti itu pun membuat Asyila tenang, dia pun menerima uluran tangan papanya dan keluar dari mobil dengan menggandeng tangan sang papa. Jelas semua orang yang melihat bos mereka bergandengan dengan seorang wanita muda dan berhijab membuat mereka semua pun terkejut, dan berbisik-bisik. Namun tidak ada yang berani menanyakan tentang siapa Asyila. “ Pa.” “ Biarkan saja, semua pegawai papa pasti terkagum-kagum dengan kecantikan putri papa ini.” “ Ihhh, papa Asyila serius. Papa malah bercanda.” “ Papa hanya ngga ingin ngliat wajah Asyila tegang seperti ini nak. Santai aja, semua akan baik-baik saja.” “ Iya pa, oh ya. Asyila akan tunggu di ruangan papa ya.” Ucap Asyila. “ Jangan Cuma menunggu, kamu jalan-jalan dan melihat pabrik kita di belakang. Papa ngga ingin kamu bosan. Siapa saja saat kamu datang ke pabrik, kamu bisa belajar.” “ Papa izinin Asyila buat keliling.” “ Pasti dong, semua ini pun punya Asyila.” “ Pa, jangan bicara seperti itu. Asyila bertemu dengan papa bukan karena …” Ucap Asyila yang tidak ingin papanya salah paham dengan keinginan dirinya untuk bertemu dengan sang papa. “ Papa sama sekali ngga berpikir kearah sana sayang. Papa tahu Asyila tulus nak. Papa hanya ingin Asyila mengenal papa dengan mengetahui kegiatan yang di lakukan papa sayang. Asyila jangan salah paham nak. Papa percaya kamu, sungguh. Papa ngga bermaksud lain.” “ Maafin Asyila pa.” Ucapnya yang dengan manja memeluk sang papa di depan banyak orang. Dirinya yang reflek melakukan itu pun buru-buru melepaskan pelukan pada papanya. “ Kenapa sayang.” “ Di liatin banyak orang pa. Bisa-bisa mereka kira Asyila itu pasti isteri muda papa.” Ledek Asyila. “ Wah, kalau sampai mereka mengira seperti itu, berarti pesona papa sungguh luar biasa dong sayang, karena bisa memiliki isteri muda secantik ini.” Mendengar gurauan papanya pun membuat Asyila tertawa dan seolah melupakan pandangan orang terhadapnya. *** Ketika papanya, sedang meeting Asyila pun melakukan hal yang di sarankan oleh papanya. Dengan di temani Arman sekertaris papanya, Asyila pun mengunjungi pabrik yang ada di belakang perusahaan sang papa. Asyila benar-benar bangga dengan semua kerja keras papanya selama ini. Dia takjub karena papanya bisa mendirikan perusahaan dengan berbagai bidang di dalamnya. Hanya dengan satu tempat papanya memliki beberapa pabrik yang terlihat begitu luar biasa. “ Apa om Arman sudah lama bekerja dengan papa.” Tanya Asyila yang berjalan mengelilingi pabrik bersama dengan Arman. “ Sudah mba, sejak pak Adam masih bersama dengan mamanya mba Asyila.” Jawab pak Arman. Asyila yang mendengar hal tersebut pun terkejut. “ Jadi om Arman ini tahu tentang mama dan papa.” Tanya Asyila lagi untuk meyakinkan apa yang dia dengar barusan. “ Iya mba Asyila. Saya benar-benar bahagia saat tahu kalau pak Adam memiliki seorang putri dari bu Ulya. Saya benar-benar ikut bahagia.” “ Pasti om Arman ini bukan sekedar asisten papa. Pasti om Arman orang kepercayaan papa kan.” “ Alhamdulillah, kalau mba Asyila bicara seperti itu. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik selama saya bekerja dengan pak Adam mba.” “ Apa papa pernah cerita sesuatu tentang mama pada pak Arman.” Tanya Asyila yang ingin mengetahui dari orang di masa lalu kedua orang tuanya. Saat mendengar pertanyaan anak bosnya ini membuat Arman tersenyum. “ Saya salah satu orang yang terkejut dan menyayangkan  saat tahu bu Ulya dan pak Adam bercerai. Mereka dulu di kenal sebagai pasangan yang begitu manis mba, Saya saja dulu sering iri melihat bagaimana perhatian yang di berikan dari satu sama lain. Tanpa saya sadari kalau semua itu hanya sebuah tanggung jawab. Setelah masalah yang sebenarnya terungkap, pak Adam baru menceritakan semuanya pada saya tentang apa yang terjadi di dalam rumah tangganya. Saya sungguh terkejut, tapi saya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena hal itu menyangkut hati.” “ Asyila ngga bisa terbayangkan jadi mama, pasti dia sangat sakit hati karena tahu papa mencintai wanita lain di saat mereka menjalani rumah tangga ini. Tapi benar yang pak Arman katakan, semuanya dari hati. Tapi kenapa papa mau menikahi mama saat dia tahu kalau hatinya sudah ada pemiliknya om.” “ Karena pak Adam mengira perasaannya akan hilang saat dia bisa bersama dan mulai terbiasa dengan wanita lain. Tapi nyatanya, hal itu tidak semudah yang dia bayangkan. Mama mba Asyila pun mencari tahu siapa wanita yang di cintai oleh suaminya. Dia awalnya marah, namun saat tahu bu Anggi. Kemarahannya pun berubah menjadi rasa bersalah karena bu Ulya justru dialah yang menjadi penghalang bersatunya cinta pak Adam dan bu Anggi. Maka dari itu bu Ulya dengan mudahnya mengalah, dia wanita yang mampu melakukan apapun untuk orang yang dia sayang mba. Bu Ulya orang yang baik.” “ Ya, mama memang baik dan kuat. Asyila bangga dan bersyukur menjadi anak mama.” “ Apa mba Asyila marah atas perbuatan pak Adam.” Tanya pak Arman. “ Asyila awalnya marah saat mama mengatakan tentang alasan dia meninggalkan papa. Tapi mama terus memberikan Asyila pengertian, dan bahkan mama ngga marah sedikitpun pada papa. Jadi untuk apa juga Asyila marah ke papa, kalau mama sendiri yang tersakiti ngga marah ataupun membenci papa. Justru mama bersyukur karena pernah menjadi bagian dari hidup papa. Karena semua itu membuat Asyila yang kata papa dan mama cantik ini lahir ke dunia ini.” Balas Asyila yang bergurau dengan pak Arman. “ Alhamdulillah mba, saya bersyukur karena sekarang pak Adam ngga akan kesepian lagi. Karena dia memiliki mba Asyila di dekatnya. Saya harap nanti mba Asyila akan sering-sering main kesini bertemu dengan pak Adam.” Balas pak Arman. “ Insyaallah pak, nanti kalau Asyila libur ataupun ada waktu luang pasti Asyila akan sering-sering mengunjungi papa disini. Asyila juga kasihan ngliat papa sendirian, dia keliatan kesepian pak.” “ Ternyata mba Asyila pun menyadari hal itu. Semenjak mas Gibran merintis usahanya sendiri, dia jadi jarang ada di rumah mba.” “ Apa Gibran itu anaknya mama Anggi.” Tanya Asyila yang tahu kalau papanya punya anak tiri namun belum tahu siapa namanya. “ Benar mba, mas Gibran itu anaknya bu Anggi. Dia dulu membantu pak Adam di sini, tapi pak Adam menyadari kalau mas Gibran punya impiannya sendiri dan akhirnya dia mengizinkan mas Gibran keluar dari perusahaan dan mendirikan usahanya sendiri.” “ Apa dia baik dengan papa om.” Tanya Asyila yang khawatir kalau anak tiri papanya ini bersikap tidak baik pada papanya. “ Pertama kali orang yang melihat mas Gibran pasti terlihat seperti orang yang kurang ajar dan keras. Tapi sebenarnya dia orang yang berhati lembut pada orang yang di sayanginya mba. Mba Asyila ngga perlu khawatir, mas Gibran sangat menyayangi pak Adam.” “ Syukurlah kalau begitu, Asyila senang mendengarnya pak. Oh ya pak. Dari tadi Asyila penasaran dengan pembuatan itu. Apa kita bisa kesana.” Tanya Asyila. “ Bisa mba, ini pun salah satu yang menarik dari perusahaan kita. Semua barang-barang yang ada di sana, terbuat dari bekas.  Ini salah satu inovasi yang mas Gibran lakukan supaya kita bisa lebih ramah lingkungan. Dan bersyukur ini salah satu pabrik unggulan di perusahaan kita mba.” Balas pak Arman menjelaskan tentang beberapa produk yang di buat di pabrik milik papanya. *** Siang harinya, Asyila dan papanya pun menikmati makan siang di sebuah restoran. Dan ternyata Asyila sengaja mengajak papanya makan di sana karena ada yang ingin dia pertemukan dengan papanya, siapa lagi kalau bukan Fatih. Tadi sewaktu di perusahaan papanya, Fatih mengabari dirinya kalau dia sudah sampai di Jakarta. Dan Asyila pun terkejut karena awal janjian mereka itu lusa, sedangkan sekarang tiba-tiba Fatih sudah mengatakan kalau dirinya ada disana dan siap untuk menemui papanya. “ Sayang, apa kamu pernah datang kemari.” Tanya papanya yang bingung saat Asyila menunjuk salah satu restoran yang ingin dia datangi untuk makan siang. “ Belum pa, memangnya kenapa.” “ Papa pikir kamu sudah pernah datang kesini, ini salah satu restoran favorit papa lho sayang.” “ Oh ya, Asyila dapat rekomendasi dari teman pa.” Jawabnya. “ Owh, papa kira kamu sudah pernah datang kemari.” “ Pa.” “ Iya sayang.” “ Sebenarnya Asyila sengaja ngajak papa datang kesini, karena mas Fatih ada disini.” Ucap Asyila yang khawatir karena dia baru memberitahukan papanya mendadak seperti ini.” “ Bukannya, dia bisanya datang lusa sayang.” Tanya papanya yang sedikit terkejut. “ Iya sih pa, tapi ternyata pekerjaannya bisa di selesaikan dengan cepat. Makannya dia datang kemari. Karena kalau lusa, mas Fatih harus berangkat ke Pontianak untuk beberapa hari kedepan pa. Jadi dia datang sekarang, maafin Asyila sama mas Fatih yang ngga ngasih tahu dulu ke papa ya pa.” Sesalnya. “ Ngga apa-apa sayang kamu ngga salah apapun kok, papa akan coba mengerti keadaan kalian. Lagian bagus kalau papa segera bertemu dengannya, sekarang mana dia.” Tanya papanya yang melihat ke sekitar restoran. “ Itu mas Fatih pa.” Ucap Asyila yang menunjuk kearah Fatih. Begitu juga dengan Fatih, saat dirinya sudah melihat Asyila dan papanya pun membuat dirinya mendekat. Fatih sungguh terlihat gugup ketika sekarang dirinya berdiri di depan papa Asyila yang tidak lain idolanya sendiri. Dia pun terlihat gugup, apalagi saat papa Asyila terus menatapnya dari atas sampai bawah. Asyila jadi ikut gugup karena papanya belum juga terlihat santai saat melihat Fatih. Asyila tidak menyangka kalau dirinya akan segugup ini memperkenalkan calon suaminya pada papa kandungnya. “ Pasti ini yang di rasakan wanita di luar sana saat mereka memperkenalkan kekasih mereka pada papa mereka sendiri.” Batin Asyila. “ Jadi kamu yang bernama Fatih.” Ucap papa Asyila untuk yang pertama kalinya. “ Iya om, saya Fatih. Calon suaminya Asyila om.” Jawab Fatih yang langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan papa Asyila. Namun papa Asyila tak kunjung membalasnya. “ Berani sekali kamu bilang kalau kamu ini calon suami putri saya di hadapan saya.” Ucap papa Asyila dengan tegas, dan ternyata ucapannya itu kembali membuat Asyila dan Fatih terlihat tegang. Mereka berdua hanya saling pandang saat papanya mengatakan perkataan yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN