Saat Asyila terbangun dia langsung membungkam mulutnya, karena hampir saja dirinya teriak saat bangun ada sosok laki-laki di sampingnya. Dia pun turun dengan begitu pelan, supaya tidak membangungkan Gibran yang masih terlelap. Setelah berhasil turun dari ranjang tanpa membangunkan Gibran, Asyila pun langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dirinya terus menghembuskan nafas lega, dia benar-benar belum terbiasa dengan keadaan seperti sekarang. Dan Asyila pun jadi teringat akan kejadian semalam sebelum akhirnya mereka benar-benar memutuskan tidur satu ranjang. Flashback on. Gibran hanya bengong saat Asyila dengan beraninya mengajak mereka untuk tidur bersama. Asyila yang melihat reaksi Gibran seperti itu pun langsnung membuatnya salah tingkah, dia langsung saja berdiri dan menjelaskan maksud da

