“ AWWWW.” Teriakan Asyila di dapur pun terdengar sampai ke kamar, sehingga membuat Gibran langsung turun dan menghampiri Asyila. “ Ada apa Syil.” Tanyanya yang terlihat panik. Apalagi melihat tangan Asyila yang sedang di obati. “ Tanganmu kenapa lagi.” Tanya Gibran. “ Ngga kenapa-napa kok mas.” Jawab Asyila. “ Kalau ngga kenapa-napa, terus kenapa bibi ngobatin tanganmu.” Tanya Gibran lagi karena Asyila tidak mau jujur padanya. “ Tadi tangan non Asyila terkena minyak panas tuan.:” Jawab pembantu mereka. “ Ya sudah bi, kamu balik ke dapur saja. Biar saya yang ngobatin.” Ucap Gibran yang langsung megambil alih tugas bi Lili. “ Cuma lecet sedikit kok mas, tadi aku lagi minta di ajarin bi Lili, eh ngga tahunya waktu aku mau goreng ayam masukinnya terburu-buru sampai minyaknya kemana-ma

