Naira yang baru saja rebahan di atas kasur empuknya sedikit kaget, saat pintu kamarnya dibuka dari luar secara tiba-tiba. Gadis itu lantas menguburkan niatnya yang mau males-malesan, saat melihat wajah Cinta Ayana dan dokter Melia yang masuk ke kamarnya dengan tampang cengengesan. “Kalian kenapa sih? Cengengesan kek gitu? Tanya Naira sedikit aneh dan menatap keduanya dengan tatapan awas. Siapa tau aja, kalau dua orang wanita itu ingin mengerjainya. Melihat dari tampang keduanya, yang seperti kekurangan asupan kasih-sayang itu. “Nai, kamu tau bukan kalo ada tradisi bridal shower?” tanya Cinta balik, mengacuhkan tatapan aneh Naira padanya. Naira mengangguk cepat, “tau sih, emang kenapa?” Naira masih lagi belum bisa menangkap, maksud dari apa yang mau Cinta sampaikan barusan. “Kamu tau

