Setelah tiba di tempat yang menjadi tujuan, Cinta mengajak Naira dan papanya Hariz langsung saja menuju butik pengantin, dan disambut oleh pemiliknya langsung, karena Cinta Ayana telah membuat janji temu lewat telepon bersama pemiliknya yang bernama Bu Merry. “Hallo.. Selamat datang.” ucap wanita paruh baya itu dengan ramah. Naira seketika mengalami dejavu. Sepertinya Naira pernah ketemu sama wanita paruh baya itu. Tapi di mana? Senyumnya dan juga cara bicaranya juga tidak asing. “Hallo…. Bu. ini adikku yang aku ceritakan sama ibuk tadi lewat telpon, dan ini papa aku.” Cinta mengenalkan Naira sebagai adiknya. “Hallo.” ucap Naira masih dengan ekspresi bengongnya. “Jadi ini pengantinnya toh?” tanya wanita itu dengan ramah “eh tapi tunggu dulu, ini bukannya neng Naira yang pernah ngekost

