bc

My Ex Husband

book_age18+
1.8K
IKUTI
17.5K
BACA
billionaire
love-triangle
possessive
dominant
CEO
drama
comedy
city
like
intro-logo
Uraian

Dinikahi seorang Felix Grissham membuat Hazel merasa dirinya adalah wanita yang paling beruntung.

Felix memperlakukannya dengan cara yang sangat manis. Dipuja, diagungkan dan dicintai dengan begitu dalam, seakan dunianya hanya tentang Hazel.

"Aku ingin bercerai."

Tidak pernah sekali pun terbayang dalam. benak Hazel, kalimat itu akan terlontar dari mulut seorang Felix.

Lalu apa jadinya setelah hitungan tahun sejak mereka bercerai, Felix datang dan memohon kepadanya.

Akankah Hazel bisa menerima dan memaafkannya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Hazel terhenyak, mematung untuk beberapa saat di tempatnya. Benarkah yang ada di hadapannya adalah sosok pria yang dulu pernah sangat berarti dalam hidupnya. Benarkah pria itu, Fellix? Hati wanita itu berdenyut nyeri, melihat pemandangan yang begitu sangat memilukan. Felix, dengan tatapan kosong menatap jauh ke luar jendela kamar. Tidak ada lagi kharisma yang tersisa. Ke mana Felix yang begitu sangat menawan dan membuat para wanita tergila-gila? Sosok itu kini terlihat begitu sangat kurus dan tak terawat. Sosok itu terlihat begitu sangat menyedihkan dan memilukan. Hanya dengan melihat kondisinya saja, orang akan tahu bahwa ia mengalami kesakitan yang luar biasa. Kapan terakhir kali rambut itu dipotong dan disisir. Kapan terakhir kali ia bercukur? Apakah ia tidak makan sehingga tubuh kekarnya yang dulu sudah tidak terlihat lagi? Hazel bertanya-tanya dalam hati. Kenap bisa jadi begini? Apa sekarang ia sedang menjalani hukuman atas ucapannya sendiri. Merasakan beribu rasa sakit dari luka yang ia torehkan di hati Hazel. Percayalah, Hazel tidak menginginkan hal itu terjadi. Hatinya justru ikut sakit melihat penderitaan yang dialami pria itu. Hazel berjalan secara perlahan mendekati pria yang dulu pernah memberikan kebahagian dan juga rasa sakit dalam waktu bersamaan. Ya, Felix adalah mantan suaminya. “Fe-Felix,” panggil Hazel dengan suara bergetar. Mendengar suara yang begitu sangat dirindukannya, Felix menoleh cepat. Begitu melihat sosok Hazel, mata sayunya berbinar seketika, senyum lebar mengembang di wajahnya. Hazel-ku sudah kembali, begitu lah fikirannya dan ia bersorak di dalam hati. Felix segera berdiri, berjalan terburu-buru menghampiri Hazel-nya. Kondisi tubuh yang tidak stabil membuatnya beberapa kali terhuyung dan terjatuh. Felix bangkit lagi, mengabaikan benturan di lututnya. Ia ingin cepat-cepat menghampiri Hazel dan membawanya ke dalam pelukannya. Ia takut ia hanya berilusi dan Hazel-nya kembali menghilang. Ia ingin menyentuh Hazel walau itu hanya dalam ilusi. Melihat Felix yang berulang kali terjatuh, membuat Hazel segera berlari ke arahnya. Lagi, Felix kembali terjatuh dan mendarat tepat di hadapan Hazel. Tangannya terulur menyentuh kaki wanita itu. Hazel segera berjongkok, “Kau tidak apa-apa?” suaranya masih saja bergetar. “Bersuara,” gumamnya dengan lirih. “Bukan ilusi,” Felix menampar wajahnya dengan kuat hingga membuat Hazel terkejut. “Apa yang kau lakukan?” Hazel menahan tangannya. “Dan juga bukan mimpi.” Felix menatap Hazel dengan penuh kerinduan, dan tanpa bisa ia cegah, sebulir air mata pun membasahi jatuh membasahi wajahnya “Ini sungguh dirimu. Ha-Hazel, ini sungguh dirimu?” Hazel hanya menganggukkan kepalanya, ia sudah tidak mampu lagi untuk bersuara. Wanita itu pun segera membantu Felix untuk berdiri dan menuntunnya untuk duduk. Felix memusatkan perhatiannya pada Hazel, memandangi wajah yang teramat ia rindukan itu. Wanita yang selalu ia sebut namanya , yang menjadi penguat dan kelemahannya. Wanita yang ia cintai dengan segenap jiwa dan raganya yang sialnya memilih pergi meninggalkannya karena kebodohannya. "Kenapa kau jadi seperti ini" Hazel mengusap air mata yang membasahi wajah Felix. "Aku merindukanmu" Felix mencium telapak tangan Hazel yang mengusap wajahnya. "Apa kau sudah makan. Kenapa badanmu kurus begini dan ada apa dengan tanganmu ini?" Hazel mengusap bekas sayatan dipergelangan tangan pria itu. Sungguh hatinya sangat perih melihat betapa banyak bekas luka sayatan di sana. Ya, berulang kali pria itu mencoba untuk membunuh dirinya. Hazel pun tak bisa menghentikan isakannya. Felix menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja sekarang. Jangan menangis" Felix mengangkat tangannya mengusap air mata di wajah Hazel. Dan sekarang mereka saling menatap dengan tangan saling mengusap air mata. Felix menyatukan kening mereka. "Maafkan aku" lirihnya. "Aku mohon." "Sssttt...” "Maafkan aku." "Berhenti mengatakan kata maaf. Jika kau sungguh-sungguh ingin meminta maaf hiduplah dengan baik. Kembali seperti dulu." "Banyak yang membutuhkanmu." "Tapi aku hanya membutuhkanmu." "Aku akan kembali seperti dulu jika kau tetap berada di sampingku." "Aku mohon."

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

FINDING THE ONE

read
36.8K
bc

Noda Masa Lalu

read
208.7K
bc

Hello Wife

read
1.4M
bc

Accidentally Married

read
113.5K
bc

PEPPERMINT

read
377.6K
bc

BUKAN CINDERELLA

read
114.9K
bc

Bukan Cinta Pertama

read
60.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook