"Morning sunshine." Sapaan manis Felix menyambut pagi Hazel. Wanita itu menggeliat mereganggkan otot-otot tubuhnya. Sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar mereka begitu menyilaukan. Hazel mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali dan mendapati Felix, suaminya sudah berpakaian lengkap dan rapi berdiri di depan cermin berukuran besar. Dua bulan berlalu sejak pesta pernikahan mereka, kemesuman Felix sudah bisa dikondisikan, tingkah pria itu sudah tidak meresahkan lagi. Semuanya kini berjalan dengan normal dan baik-baik saja. Walau tidak dipungkiri kegilaan itu bisa muncul kapan saja. Setidaknya tidak semesum dulu lagi. "Morning handsome," Hazel tersenyum manis. Senyum yang sangat mampu menenangkan hati Felix. Senyum terindah jika kata pria itu. Bagi Felix, senyum istrinya mampu me

