MEH-BAB 49

1344 Kata

Sepanjang perjalanan, Hazel dan Sean hanya diam membisu, tenggelam dalam kebisuan dan terhanyut dalam pemikiran masing-masing. Sean sibuk membayangkan bagaimana perasaan Hazel menanggung pengkhiantan Felix selama ini. Dan bagaimana bisa, wanita itu masih bisa tersenyum di hadapan semuanya setelah apa yang dilakukan Felix dan Ariana. Sean mencengkram erat roda kemudi. Hasrat ingin menghajar Felix dan Arian kembali berkobar. Kenapa tadi ia tidak megirim pria itu ke rumah sakit sekalian. Dan Ariana, astaga! Kenapa ada wanita yang tidak tahu malu begitu. Sean benar-benar tidak habis pikir. Pria itu melirikkan mata ke arah Hazel. Ia mendesah kasar. Hatinya berdenyut nyeri melihat wajah cantik itu terlihat sayu, lelah, letih dan terluka. Hazel berada pada titik terapuhnya dan yang ia lakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN