"Kau ke mana saja?!" Sebuah rangkulan mendarat di pundak Hazel. Tanpa harus menoleh Hazel tahu siapa gerangan yang si pemilik suara tersebut. Arvin Delileo. "Kenapa kau mengabaikan panggilanku dan dari mana saja kau? Ck! Menghilangnya dirimu membuatku tidak bisa mengelak dari acara pertemuan tersebut. Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja? Mereka mengatakan bahwa kau mengundurkan diri dari perusahaan, katakan jika itu tidak benar?" "Kapan kau kembali dari tugas luarmu?" Mengabaikan semua pertanyaan bertubi-tubi yang dilayangkan Arvin. Tidak lupa ia juga melepaskan tangan Arvin yang sedang merangkul pundaknya. Jika Felix melihat hal itu, Hazel yakin pria itu akan bereaksi tidak wajar. Hazel sangat mengenal bahwa Felix adalah pria yang mempunyai tingkat kecemburuan yang tinggi. Untung saj

