Esok harinya, seperti yang dijanjikan Sean, ia datang ke rumah Hazel untuk menjemputnya. Mereka akan pergi ke rumah orang tua Felix untuk menemui Felix. Di ruang utama, keluarga Hazel sudah menunggu. Kebetulan hari ini adalah akhir pekan. "Kau sudah datang," Tuan Endrico lah yang menyapanya. "Ya, Uncle." Pria itu segera duduk di samping Hazel. Ia tersenyum manis sebelum mengalihkan tatapannya pada Ayah Hazel dan juga ibunya. "Kuharap Aunty dan Uncle, tidak berubah pikiran sama sekali." Ayah Hazel menggeleng, pria tua itu menolehkan kepalanya menghadap putri bungsunya, Hazel. "Seperti yang kukatakan kemarin malam, semua tergantung Hazel. Jika ia bersedia, kami tidak bisa melarangnya. Dan kuharap kau dan Hazel sudah memikirkan hal ini matang-matang." "Jika kau tidak yakin, kita bisa me

