MEH-BAB 97

1055 Kata

Jangan hentakkan kakimu seperti itu, Hazel. Aku tidak ingin melihatmu kesakitan." Hazel mengabaikan teguran Felix dan terus melangkahkan kakinya tanpa menoleh ke belakang lagi. Meladeni ketengilan Felix tidak akan ada habisnya. Justru pria itu akan semakin menjadi-jadi jika Hazel melayaninya. Hazel memasuki kamarnya dan benar-benar memastikan bahwa kamarnya dikunci dengan rapat. Ia berdiri masih dengan punggung yang bersandar di daun pintu sambil memegang dadanya. Ia menarik napas beberapa kali seraya mengibas-ngibaskan sebelah tangan di depan wajahnya. Mendadak ia merasa kegerahan. "AC.. AC.." Hazel menaikkan suhu ruangan. "Apa yang ia katakan tadi? Kenapa ia harus mencurahkan isi hatinya panjang kali lebar seperti itu. Astaga, apakah yang ia katakan benar adanya?" Hazel bermonolog.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN