"Mulut pedasmu sepertinya perlu diberi pelajaran. Kau benar-benar memuakkan!" Jessica berjalan anggun ke arahnya dan begitu sampai di hadapan Hazel, dengan satu hentakan keras wanita itu menarik rambut Hazel hingga kembali mendongak ke atas. Hazel meringis kesakitan, tapi ia berusaha menahan rasa sakit tersebut, tidak ingin terlihat lemah di hadapan dua wanita gila tersebut. "Tidakkah kau mengerti situasimu, wanita binal?! Putramu ada dalam bahaya. Nasibnya tidak lebih baik darimu. Pergunakan lidahmu dengan baik. Karena jika salah-salah kata yang membuatku sakit hati, nyawa putra kesayanganmu itu akan melayang! Cusss....!" Jessica dengan wajah psikopat menggerakkan tangan layaknya pesawat yang lepas landas. "Aku tidak tahu siapa di sini yang binal," Hazel terkekeh sinis. "Kalian berdua

