MEH-BAB 44

1202 Kata

"Daddy!" Lengkingan suara anak kecil itu membuat langkah Felix terhenti. Tidak jauh dari hadapannya terlihat seorang anak kecil berlari kencang ke arahnya. Bocah kecil yang terlihat seperti miniatur versinya. Maxime. "Dad! Aku merindukanmu. Apa kau sudah sembuh?" Maxime memeluk kedua kaki panjangnya. "Aku ketakutan dan khawatir saat mendengar kau mengalami kecelakaan. Aku sungguh merasa bersalah." Maxime mendongak dengan kedua manik yang mulai berkaca-kaca. Linangan kristal bening menggenang di pelupuk matanya. Bocah itu merasa bersalah terhadap apa yang dialami Felix. Andai ia tidak merengek dan menangis, meminta Felix untuk mencari Ariana, mungkin saja kecelakaan itu tidak terjadi. Ia mengira, tidak akan bisa bertemu dengan ayahnya lagi. Ia sungguh takut. Sepanjang Felix dirawat di r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN