MEH-BAB 22

1245 Kata

"Kenapa tidak memberi kesempatan padanya untuk berbicara." Hazel dan Felix kini duduk bersampingan. Seraut wajah tampan itu masih terlihat menyisakan emosi di sana. Begitu pun dengan rahang yang masih mengeras ketat. "Kesempatan berbicara? Untuk apa? Untuk mendengarkan seribu alasan yang berujung dengan kata khilaf. Alasan klasik yang selalu digunakan oleh orang-orang munafik yang serakah? Semuanya sudah terbaca dan sudah jelas." Felix juga bertanya-tanya kenapa Hazel mendadak muncul setelah hitungan tahun berlalu. Pria itu menduga pasti kedatangannya bukan suatu kebetulan. Felix tidak percaya dengan adegan yang seolah terjadi secara kebetulan. Wanita itu pasti tahu jika Felix pasti akan mengunjungi makam adiknya setiap tahun, dan bisa saja Ariana sudah menunggunya sejak pagi di sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN