Sialan! Morgan memaki Gema yang berjalan pergi dengan sombong. Apa yang mau dipamerkan pria yang baru saja menginjak usia dewasa tersebut? Harta? Kekuasaan? Ia memiliki semua lebih tinggi dan banyak. Hanya saja sekarang ia tidak memiliki Sarah di sisinya. Ia tidak bisa menarik Sarah ke sisinya. Dengan kesal Morgan membanting jas yang dilepas selama perjalan masuk ke dalam kantor tadi ke atas kursi di balik meja kerjanya. Ia berkacak pinggang memandang keluar jendela. Di luar sana suara lalu lintas teredam kaca kedap suara yang memang dipasang. Ia masih memaki Gema. Kepalanya dengan cepat memikirkan sebuah rencana mengirim pemuda tersebut cukup jauh dan tidak bisa bertemu Sarah. Morgan tersentak kaget menyadari jika dirinya terobsesi pada Sarah sedemikian besar. Ia sudah mengatakan pada

