“Asisten Om Mahesa kemari tadi. Apa yang terjadi?” tanya Gema penasaran. Sarah tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memaksakan diri tersenyum, memastikan dirinya baik-baik saja. Sungguh pun begitu, Sarah sedikit khawatir dengan yang diinginkan papanya. Ia sendiri bertanya-tanya kenapa harus mengikuti keinginan papanya sampai seperti ini. “Kamu sakit? Atau lelah?” tanya Gema. Karena ditanya demikian, Sarah bisa merasakan rasa lelah kembali di tubuhnya. Ia melirik pada jam tangan di pergelangan Gema dan jam sudah menunjukan pukul sebelas malam. Rupanya waktu telah berlalu sejauh ini. “Karena kamu bertanya, aku jadi ingin tidur sekarang.” Ketegangan yang awalnya mengikatnya dengan sangat ketat sekarang sudah terlepas. Dokter sudah memberitahunya jadwal operasi untuk besok. Operasi untuk

