Setelah mengusir Sarah dan meninggalkan orang yang sama di tepi jalan, Gema merasa lebih kacau. Ia tidak merasa sekacau ini saat mendengar Sarah menyebutkan nama perusahaan yang dipimpin Morgan. “Sarah bukan gadis seperti itu,” gumamnya. Ia berhenti di depan kantornya sendiri tak berniat parkir segera. Kedua tangannya masih memegang setir dan otaknya memperkirakan berapa waktu yang harus ditempuh untuk kembali ke tempat dirinya meninggalkan Sarah. Ia sadar sudah terlambat untuk itu. Sarah pasti sudah sampai di gedung perusahaan Imperial dan mulai bekerja. “Ah … kenapa aku terus melakukannya lagi dan lagi.” Kepala Gema disandarkan ke setir. Ia sadar, sangat sadar sampai-sampai hapal di luar kepala. Sarah tidak mungkin berencana untuk menipu siapapun. Ia bisa mengingat wajah kekasihnya

