Penolakan

1601 Kata

Morgan tersenyum puas melihat wajah pucat Manda yang keluar dari kantor polisi dengan langkah tergesa-gesa. Ia terus menonton setiap gerakan sia-sia yang dihasilkan pria yang sudah mencoba menariknya ke dalam jeruji besi lagi. Bagi Morgan berada di balik jeruji besi penjara sama sekali tidak menakutkan. Saat berada di sana dulu, dibandingkan rasa takut, rasa marah karena tidak berhasil mencekik Mahesa menguasainya lebih banyak. Apalagi pria itu dengan tidak tahu malunya menjadikan Morgan penjahat padahal Mahesalah iblis sebenarnya. Ia bahkan tak berani mengakui kejahatan yang sudah dilakukan. “Sudah waktunya,” gumam Morgan. Mobil yang dibawa Manda telah melewati kendaraannya. Ia menoleh pada pengacaranya sendiri yang tidak kembali ke kantor tempat seharusnya pria tersebut bekerja sete

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN