Manda tidak ingat berapa lama ia pingsan hari itu. Begitu ia sadar, langit-langit kamar di rumahlah yang menyambutnya. Seluruh tubuhnya berdenyut sakit. Lalu pelan-pelan ingatan sebelum pingsan datang kembali padanya. “Sialan! Dasar Morgan Sialan!” maki Manda keras-keras. Dari kejauhan terdengar langkah kaki yang makin lama makin jelas terdengar olehnya. Pintu di sisi ranjang kanan Manda terkuak dan sang mami muncul dengan wajah panik. “Ada apa? Apa yang kamu rasakan?” teriak mami Manda khawatir. Teriakan maminya membuat kepala Manda sakit. Tubuhnya gemetar lagi selama beberapa detik. Gemetaran yang berhasil dikendalikan dengan cepat. Ia mencoba mengangkat tubuhnya, tetapi tidak mampu. Dengan sigap Mami yang sudah datang membantu. Manda bisa duduk dengan punggung bersandar pada batal

