Flo memutuskan panggilan dari Daidan. Ia memejamkan mata dan mengatakan pada dirinya sendiri kalau yang dikatakan oleh sang ayah tidak benar. Ia tahu betul tentang fakta dirinya tidak pernah dicintai Morgan. Ia sudah menyerah untuk berusaha mendapatkan perhatian Morgan. Sekarang yang dilakukannya adalah melakukan semuanya sesempurna mungkin menghadirkan pernikahan yang diinginkan. Mereka berdua menginginkan pernikahan ini dan sama-sama membutuhkan hal tersebut. Buat Flo pernikahan ini akan membuatnya memiliki Morgan dan untuk lelaki itu sendiri menjadi salah satu cara untuk membalas dendam. “Rupanya memang belum tidur, ya? Kenapa?” tanya Morgan. Pria yang dicintai Flo sepenuh hati tersebut mengetuk pintu dan menyandarkan kepalanya ke daun pintu. Matanya terlihat memerah. “Kamu minum?”

