“Aku mencobanya beberapa kali menelepon, tapi kamu tidak bisa dihubungi.” Saat sampai di kantor tadi pagi Sarah memang mematikan nada ponselnya segera. Ia tidak mau ponselnya tiba-tiba berbunyi di dalam ruangan kerja atau di ruang rapat. Biasanya saat pulang Sarah akan kembali mengatur ponselnya ke kondisi normal. Namun, ia lupa tadi. Ia terlalu sibuk mengurusi soal perasaannya karena terjebak dalam perang yang tak diinginkan. “Maaf, ponsel disilent.” Gema mengeleng. Pria tersebut belum menyalakan mesin mobil. Dari tatapan wajahnya, Sarah seperti tahu kalau Gema akan menyampaikan sesuatu. “Ada apa?” tanya Sarah penasaran. Apakah ada kabar yang lebih gawat dari rencana pernikahan Morgan dan Flo? Jika benar, maka Tuhan benar-benar sedang menghukum Sarah untuk kesalahan yang tidak diing

