Berburu Cincin

1074 Kata

“Urusan apa yang menyangkut hidup dan mati?” Dryad bertanya pada Gema yang menyeretnya pergi saat jam istirahat. Pemuda yang usianya beberapa tahun lebih muda dari Dryad tersebut tidak menyebutkan alasan kenapa membawanya ke toko perhiasan dan bukannya makan. “Sudahlah, nanti juga kamu tahu!” jawab Gema dengan gestur tubuh sombong bukan main. Dryad hanya menelengkan kepala tidak paham. Ia menebak-nebak apa yang akan dilakukan Gema di toko perhiasan. “Apa ayahmu lupa hari pernikahan ibumu?” tebaknya pertama kali. “Tidak. Tapi itu juga termasuk urusan hidup dan mati jika seandainya terjadi. Ibuku itu wanita yang sedikit menakutkan,” kata Gema segera. Ia berjalan dari ujung etalase ke ujung lainnya. Namun, tidak ada satu pun bentuk yang menarik minat seperti cincin yang diperebutkan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN