Kedatangan Laras

1109 Kata

Dia berjalan cepat menyusuri koridor kantor dengan rantang di tangan. Senyum manis tak henti tersungging di bibirnya. Ia tampak berseri-seri dan bahagia. Sesekali para pegawai yang berlalu lalang menyapanya dengan ramah dan wanita itu membalasnya dengan senyuman yang lebih lebar juga anggukan kepala. Sesaat kemudian, ia mulai menaiki lift yang akan membawanya naik ke atas. Akhirnya, setelah beberapa menit berlalu, ia sampai juga di lantai kelima. Ia berharap di depan ruangan di mana suaminya bekerja, bersiap untuk mengetuk pintu. Karena ia sebelumnya telah berbicara pada resepsionis dan memastikan bahwa suaminya tidak sedang memiliki janji. Tak butuh waktu lama, suara bariton yang ia kenali mempersilakannya masuk. Wanita itu pun segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan yang cukup b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN