Adik Kakak

2036 Kata

“Halo!” sapa wanita itu dengan santai dan senyum tanpa dosa. Tangannya melambai ringan, pertanda keramahan. “Eh, Nyonya.” Keringat dingin membasahi tubuh Lovi saat mengetahui bahwa wanita itu yang datang. Wajah gadis itu yang semula berseri, dalam sekejap berubah pucat pasi. Sedikit kekecewaan turut menyelimuti, sebab ia sempat mengira bahwa suaminya yang datang. “Hei! Kamu kenapa? Kamu tidak suka dengan kedatanganku?” tanya Laras pura-pura memasang wajah yang cemberut. Lovi memaksakan senyumnya, agar terlihat senatural mungkin. “Tentu saja suka, saya ... saya hanya sedikit terkejut, Nyonya." “Oh, aku kira Kamu nggak suka kalau aku kemari," ucap Laras dengan nada bercanda. “Aku datang karena aku sangat merindukanmu.” Tiba-tiba saja Laras menghambur memeluk Lovi. Memeluk gadis itu den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN