Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi pria tersebut. Sangat keras hingga menggema di seluruh penjuru ruangan. Pria itu sedikit terhuyung, hampir saja terjatuh. Pria yang mendapatkan tamparan itu menegakkan kembali tubuhnya, lalu menatap wajah wanita yang telah melahirkannya berpuluh tahun yang lalu dengan penuh kebencian. Ia baru saja menginjakkan kaki di rumah itu dan langsung mendapatkan tamparan sekeras itu. Tubuhnya lelah setelah seharian bekerja, lalu apa yang ia dapatkan ketika pulang sungguh di luar dugaannya. Sebuah tamparan yang tidak ia ketahui apa sebabnya. “Mama apa-apaan!” teriak Arya. Pria itu memegangi pipinya yang terasa perih dan memerah bekas tangan. “Kamu yang apa-apaan!” Amarah Sofia sudah mengumpul di ubun-ubun. Jika saja Arya adalah seorang wanita, sudah te

