“Kenapa Kak Erik berkata seperti itu? Kenapa mengatakan jika kita bersama? Sebenarnya Lovi belum siap untuk bertemu Tuan,” ucap Lovi saat Erik mengakhiri panggilan suara. “Memangnya kenapa, Vi? Dia kan suamimu," pria yang sedang fokus mengemudi itu menoleh ke arah Lovi dengan penuh keheranan. “Aku hanya bingung akan memberikan jawaban apa pada Tuan Arya jika dia sampai bertanya,” jawab gadis itu. “Jawab saja sejujurnya, biar pak Arya tahu bagaimana sikap ibunya pada menantu keduanya,” ucap Erik dengan nada penuh kekesalan. Erik benci jika mengingat bagaimana Lovi menangis dan bersedih gara-gara wanita tersebut. Meski Lovi tak banyak bercerita, ia tahu garis besar hal yang terjadi siang itu. Gadis itu menggeleng lemah. “Aku tidak ingin hubungan seorang anak dan ibu akan hancur gara-gara

