Suasana tempat itu seketika berubah menjadi sunyi setelah kepergian Erik dari sana. Seperti biasa, suasana akan berubah menjadi canggung setelah suatu masalah atau ketegangan terjadi. Mungkin watak mereka yang kaku yang membuatnya jadi sedemikian rupa. Kini, kedua orang itu telah masuk ke dalam rumah. Pintu telah tertutup juga telah dikunci karena hari semakin malam. Mereka berdua duduk di ruang tamu. Sedikit berjauhan seolah mereka adalah orang asing. Sampai beberapa lama waktu berlalu, gadis itu tak tahan lagi dengan kesunyian dan kebisuan itu. Pada akhirnya, Lovi buka suara memecah keheningan di antara mereka dengan cara berbasa-basi menawarkan sesuatu pada suaminya. “Tuan mau saya buatkan minuman? Atau mungkin Tuan ingin memakan sesuatu? Biar saya masakkan,” tawar gadis itu setelah

