Jangan Panggil Aku Tuan!

1237 Kata

Pagi yang berkabut, udara terasa sedikit lebih dingin dari biasanya. Di kamar itu, terdengar suara dengkur halus pria yang masih tertidur lelap di bawah selimut yang tebal. Ia masih nyaman, bergelung dalam kehangatan dan mimpi yang indah. Pria itu masih enggan membuka mata, rasa kantuk yang teramat membuat ia ingin bermalas-malasan lebih lama di ranjangnya yang nyaman. Sementara itu, di sisi dapur gadis cantik dengan wajah yang merona karena panasnya perapian tengah sibuk mengolah bahan makanan. Menyajikan menu sarapan untuk dirinya dan sang suami tercinta. Sedari subuh, ia sudah tidak tidur lagi. Mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga layaknya seorang istri. Setelah semua tersedia di meja makan, ia melepas celemek yang ia pakai dan menggantungnya di tempat semula. Lalu gadis itu berg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN