Suasana di tempat itu telah gelap gulita. Cahaya lampu di seluruh kampung telah dimatikan karena hari telah larut malam. Sesekali terdengar suara auman serigala di malam mencekam itu. Memecah keheningan, di mana semua orang tengah beristirahat di gelapnya malam. Sebuah taksi berhenti di depan sebuah bungalo dengan cahaya yang temaram. Rumah itu pun sama seperti yang lainnya, sepi. Sudah dapat dipastikan bahwa penghuni rumah telah tidur. Pria itu menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan pada sopir taksi. Lalu, sopir itu menerimanya dengan menggerutu. “Tambah lagi, Tuan. Jarak yang di tempuh sangat jauh apalagi kita pergi di waktu yang selarut ini.” “Baiklah.” Arya menarik lagi tiga lembar uang seratus ribuan yang tersisa dalam dompetnya dan menyerahkan pada sopir taksi. Pria itu meras

