Sebulan berlalu seperti biasanya, seminggu setelah Arya hanya berdiam di rumah juga setelah kedatangan Laras bersama Satya. Pria itu tak menjelaskan apa pun, sementara Lovi tak berani bertanya, ia merasa tak pantas ikut campur. Mereka bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa, meski dalam hati dilanda perasaan yang tak tenang. Kini, pria itu bekerja kembali. Membuat hati Lovi lega, kecurigaan gadis itu tentang masalah besar yang mungkin terjadi hilang seketika. Sepertinya ia hanya terlalu berprasangka buruk saja. Mungkin juga ia yang salah tangkap dengan apa yang Erik katakan sewaktu menelepon. “Vi, aku bekerja dulu ya? Kamu baik-baik di rumah," pamit Arya pagi itu. Pria itu sudah berpakaian rapi seperti biasanya. “Baiklah, hati-hati di jalan," ucap Lovi melepaskan kepergian suaminya

