Rara kini tampak begitu gembira kembali, usai pertemuannya dengan Aditya barusan. Hal ini karena Rara sudah tak sabar untuk segera ke Dufan, bermain seharian di taman bermain yang amat luas itu. Ia pun jadi senyum-senyum sendiri membayangkan saat dirinya bermain wahana yang sudah lama ingin dinaikinya. Rara benar-benar nampak begitu antusias, dan rasanya begitu berdebar walau masih membayangkannya saja. Kini ia segera kembali berjalan menuju ke kelas, untuk melanjutkan pelajarannya usai menyelesaikan istirahat siangnya bersama Adit tadi dengan singkat. Dan saat tiba di dalam kelas, Rara menatap Jihan sambil senyum-senyum tak jelas. Memperlihatkan sikapnya yang aneh. “Ngapain kamu Ra? Aneh banget,” ucap Jihan yang mengomentari sikap sahabatnya itu. “Enggak, enggak apa. Eh, nanti aku ng

