Keduanya masih saling pandang, Rey berusaha memegangi lengan wanita yang menabraknya ini supaya dapat menyeimbangkan diri. Rara pun malah menatap Rey tanpa berkedip, seolah dirinya sedang terpesona dengan wajah Rey. ‘Ni orang ganteng banget sih … wangi lagi,’ batinnya mengomentari tubuh Rey yang berada di dekatnya. “Heh! Berdiri yang bener! Malah betah, nempel gini. Kenapa? Terpesona sama aku?” Komentar Rey ini tentu membuat Rara tersadar dengan kenyataan saat ini. Rara langsung menegakkan tubuhnya, menarik diri dari Rey dan menjauh. Malu rasanya saat ini. Rey memencet tombol lift, dan mereka berdua pun di dalam ruangan sempit itu berduaan sampai akhirnya turun di lantai tempat tinggal Rey. Namun, saat keluar dari lift, Rara yang merasa aneh dengan situasi ini memanggil Rey yang sudah k

