Rey masih menautkan bibirnya ke bibir Rara. Keduanya kini saling memejamkan mata, menikmati alur yang sedang berlangsung ini. Rara juga terlihat tak melawan sama sekali. Bahkan dia saat ini malah membalas gerakan bibir yang dilakukan Rey. Hingga akhirnya, Rey mulai melepaskan kecupannya itu secara perlahan. Ia masih menatap wajah Rara dan memandangnya dengan tatapan yang begitu dalam. “Kita pulang sekarang ya,” ucapnya begitu lembut. Rara menganggukan kepalanya malu-malu. Rey pun kini meraih tangan Rara, sambil menyalakan mesin mobilnya. Tak tahu apa yang membuat pria ini jadi bersikap seperti sekarang, tapi sikap Rey saat ini benar-benar membuat Rara jadi merasa bingung. ‘Ini, aku sama Rey … kita … jadian?’ batinnya dengan pertanyaan besar. Rara ingin sekali mengatakan kalimat tanyan

