Bab 51

1309 Kata

Selama perjalan, Rara hanya diam dengan wajah yang tak menunjukan kebahagian. Pikirannya masih saja menyesali keadaan yang tak jadi jalan-jalan ke dufan. Meski dirinya sudah mendapatkan uang dari Anita yang diungkap sebagai upahnya bekerja di minimarket, tapi tetap saja dia masih ingin bermain di tempat taman hiburan itu. Rey beberapa kali melirik ke arah Rara yang sedang muram itu. Sebenarnya dia masih merasa dongkol dengan sikap wanita ini karena sudah membuatnya malu beberapa kali karena sikap teledornya. Namun melihat wanita di sebelahnya ini cemberut, tentu membuatnya tidak nyaman. “Kenapa kamu diem aja? Baru dapet gaji kan? Traktir napa,” sindir Rey membuka obrolan dalam perjalanan pulang ini. “Iih … aku bete gara-gara kamu tau,” ujar Rara yang kini mengakui perasaannya. Rey pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN