Rara yang sudah merasa geer hendak dicium oleh Rey, sekarang malah terlihat pasrah dan menantikan bibir pria itu menyentuh bibirnya. Entah mengapa Rara bersikap seperti ini, ia pun tak tahu. Rara hanya merasa debaran dadanya kian meningkat dan rasanya jantungnya mau meledak. Tapi sayangnya, apa yang sudah dinantikan Rara tidak terlaksana. Rey yang mendekatkan diri ke arah Rara, ternyata hanya lewat untuk meraih pegangan pintu mobil lalu membukanya begitu. Pria ini pun menatap Rara yang masih memejamkan mata, dan mulai mengomentari sikap wanita itu. “Ngapain kamu merem? Turun sana. Udah sampe kan,” ujarnya dengan santai. Mendengar kalimat itu, sontak membuat Rara langsung membuka matanya. Wanita ini jadi merasa canggung dan kebingungan sendiri. Dengan sikap salah tingkah, Rara pun memutu

