Senyum Alesha merekah sempurna ketika melihat Devano datang, sejak tadi dia sudah menunggu di ruang keluarga. Pria itu sampai rumah agak sedikit terlambat, hampir menginjak jam makan malam. "Paman, lama sekali kamu datang. Aku sampai bosan menunggu!" Langsung berjinjit, melingkarkan lengan pada leher Devano. Memeluk erat hingga rasanya hangat dan nyaman sekali. "Ngapain saja, kenapa pulang terlambat?" Devano hanya diam, mengerjapkan matanya berkali-kali melihat sikap Alesha yang berubah derastis. Apa yang sebenarnya ada di pikiran wanita itu? Ini akibat hormon kehamilan atau memang ada sesuatu yang direncanakan? Devano sulit memahaminya, Alesha begitu susah diprediksi maunya seperti apa. Belum selesai merasakan kehangatan, suara seseorang kembali memekakkan telinga. Suasana penuh kasih y

