43. Manjanya Alesha

1841 Kata

Ponsel di atas nakas sejak tadi terus berbunyi, Alesha berdecak kesal sebab tidurnya berkali-kali terganggu. Dia menggeliat pelan di dalam selimut yang sama seperti suaminya. Menghela napas panjang sambil mengusap mata. "Siapa yang ganggu sih?" desisnya dengan bibir cemberut. Alesha mendongak, wajah polos Devano saat tidur benar-benar menenangkan untuk dipandang. Kenapa devil satu ini kalau tidur persis bayi? Seperti seseorang yang tidak memiliki dosa apa pun, sedamai itu dia dalam tidurnya. Alesha tersenyum, mengusap dadaa suaminya yang berbulu halus sembari membayangkan kembali percintaan mereka beberapa saat lalu. Devano terlihat begitu berbeda saat menginginkan Alesha, kelembutan seketika menjadi bagian dirinya. Tatapan Devano, gerakan bibirnya, atau usapan jemarinya pada puncak kepal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN