55. Rencana Kebaikan Alesha

1927 Kata

Delima baru menghubungi Alesha, jika keberangkatannya ke Kingaroy mungkin akan dipercepat--sebab suaminya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Delima masih mengusahakan agar berkas-berkas Alesha segera beres, kemudian bisa ikut terbang bersamanya untuk menenangkan diri. "Alesha, sedang apa kamu?!" Devano datang secara tiba-tiba, mengentuh bahunya membuat Alesha berjengkit kaget. Wanita itu memejamkan mata, menghela napas kasar. "Kenapa kaget begitu, ada yang kamu sembunyikan dari saya?" Alesha menurunkan tangan Devano dari bahunya, memberengut sebal. "Paman pikirkan saja, kamu datang secara tiba-tiba seperti hantu. Apa aku nampak mencurigakan saat terkejut? Ya Tuhan, bahkan lamunanku tadi hilang seketika." Devano duduk berhadapan dengan Alesha, memicingkan matanya tajam mengintimida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN