Di sebuah ruangan terlihat Alesha tengah berbaring di sebuah brankar sementara dokter menggerakkan alat canggih di atas perutnya setelah diberikan gel. "Ini bagian kepala dan tubuh bawahnya ya. Memasuki usia belasan minggu terlihat sudah mulai pembentukan tangan, hanya saja belum sempurna. Nona Alesha dan Pak Devano ingin mendengar detak jantungnya?" Dokter menawarinya dengan senyuman senang. Alesha mengangguk cepat, sementara Devano nampak melebarkan matanya. Suara detak jantung bayi terdengar mengisi ruangan tersebut, membuat Alesha menangis haru. "Apa secepat itu detak jantungnya, Dok? Seperti seseorang yang tengah berlari saja." Pertanyaan konyol kembali keluar dari mulut Devano, dia sedang mengajak Dokter membuat lelucon? Dokter terkekeh, Alesha malah berdecak sebal. Bisa-bisa Devan

