Devano menyembunyikan wajahnya diceruk leher Alesha. "Mau ke mana sih pagi-pagi? Saya masih mengantuk Alesha, semalam saya tidak tidur." Alesha mengusap wajah, memutar bola mata malas. Dia mencoba menjauhkan wajah Devano, tapi pria itu malah semakin mengetatkan pelukan pada pinggangnya. "Tolong ya, Paman, menjauh dulu. Aku mau ke makam, nanti nih pagi-pagi ada yang nganter pesanan bunga aku. Malu kalau telanjang gini keluarnya." Berdecak sebal. Tentu saja tidak tidur, semalam Devano habis-habis menggempur dirinya. "Kenapa pagi sekali? Seperti tidak ada waktu siang saja. Ayo tidur sebentar lagi." "Menjauh sebelum aku marah ya, Paman, nanti aku tidak mau lagi nurutin apa kemauan kamu." Tidak peduli dibilang kekanak-kanakan, bahkan Devano yang sudah tua pun nampak seperti anak kecil yang

