51. Beranjak Pergi?

2116 Kata

Saat pagi tiba, Alesha kembali duluan bangun daripada Devano. Betapa terkejutnya dia jika saat ini tubuh kecilnya sedang dipeluk erat oleh pria itu. Dengan sekali dorongan kasar, Devano berhasil terguling ke lantai. "Paman ini ingkar janji terus!" maki Alesha pagi-pagi. Kali ini dia menatap Devano dengan mata tajamnya, mengatur deru napas yang bertaluan cepat. "Aku sudah bilang tadi malam, jangan memindahkan tidurku. Aku tidak mau lagi dekat-dekat Paman!" Devano mengusap wajah, menggaruk pipinya yang gatal. Muka bantalnya memberengut masam, mendengkus kesal. Nyawanya bahkan belum terkumpul, Alesha sudah memperlakukannya dengan tega. "Saya pikir ada gempa bumi!" Berniat kembali naik ke kasur, Alesha melempari bantal. "Saya masih mengantuk Alesha, saya ingin tidur sebentar lagi." Alesha me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN