50. Diabaikan

2208 Kata

Ponsel Alesha di atas nakar berbunyi, mengalihkan perhatian wanita itu yang sedang melamun sejak tadi. Paman Chard menghubungi, senyum terulas kecil. "Halo, Paman Chard?" Sangat pelan, suaranya sungguh lemah. Mungkin akibat pilek dan kebanyakan menangis. Tubuhnya saja terasa lemas, untung Bibi Pen tidak lelah mengantarinya makanan dan minuman yang bergizi agar Alesha dan bayinya tetap bernutrisi. "Selamat malam, Nak, sedang apa? Sudahkah makan malam?" Terdengar sangat ceria suara pria itu, mungkin dia ingin mengabari sesuatu? "Sudah, Paman Chard, baru saja. Kelihatannya begitu senang, ada apa Paman?" Bohong, sejak tadi Alesha hanya memakan buah-buahan. Padahal Bibi Pen sudah menawari untuk makan malam, ada sup ayam untuk menghangatkan tubuh Alesha yang sempat meriang tadi siang. Paman C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN