49. Siapa yang Kalah?

1872 Kata

Devano duduk dengan segala pemikiran yang memenuhi isi kepala, menyesap rokoknya yang sudah habis beberapa batang. Dia terlalu frustasi, apalagi sekarang Alesha belum sadar dari pingsannya. Mungkin wanita itu sedang tidur, Devano belum berani melihatnya. Ketika bertemu mereka pasti bertengkar lagi, akhirnya Devano tambah pusing. "Sudah terlambat sekarang, Alesha sudah mengetahui semuanya." Tangan Devano terkepal, rahangnya mengetat sempurna. "Apa Tuan tidak berniat meminumkan Nona Alesha ramuan seperti biasanya? Menurut saya ini pilihan terbaik agar Nona Alesha melupakan kejadian tadi siang." Mata tajam itu langsung mengarah pada Endric, menggertakkan gigi dengan memijat pangkal hidung. "Jika itu yang terbaik saya sudah melakukannya sejak tadi. Apa kamu lupa saat terakhir kali Alesha mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN