36. Pertikaian

2305 Kata

Devano berdiri di depan Alesha, dia melipat kedua tangan ke pinggang dengan tatapan tajam menukik. Dia kesal, apalagi melihat kelakuan Alesha yang benar-benar ditolak oleh akal sehatnya. Gadis itu baru saja hampir membuat dapur kebakaran, untung saja minyak panas dalam wajan tidak tumpah dan mengenai tubuhnya. Devano tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika dia terlambat datang. Alesha tidak bisa dibilangi, amarah Devano memuncak hingga ingin berucap pun serba salah jadinya. "Apa yang kamu lakukan di dapur? Sudah ada Bibi Pen dan Bibi Guin, tidak perlu ikut-ikutan memasak. Lihat kan tadi bagaimana jadinya kalau terus membangkang pada saya?" Membentak tajam dengan rahang mengeras, tatapannya menggelam langsung seketika pusing menerjang kepalanya. Alesha mencebikkan bibir. "Maaf ya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN