Setelah berhasil menyekap tangan kanan keluarga Vinorist, Devano dapat duduk santai di kursi kebesarannya. Dia menghadap ke pemandangan luar yang hanya terbalut dinding kaca anti tembak atau sinar laser, sambil menyesap rokok yang sudah tinggal sedikit lagi. Baru tangan kanan yang tertangkap, Devano masih belum puas sebelum Tuan Rully Vinorist yang berhasil dia lenyapkan. Berani sekali mengacaukan kediaman Devano sejak di villa sampai ke kediaman utama Axelleyc di Jakarta. Mereka pikir Devano dapat diam saja setelah melihat kuda kesayangannya menjadi salah satu korban? Asik melamun sambil mengumpulkan cara lebih menarik untuk dimainkan, Endric mengetuk pintu ruangan Devano. Setelah dipersilakan masuk, pria itu segera menghadap dengan sopan namun kelihatan tergesa-gesa. "Selamat sore, Tuan

