Hari ke-2 sejak ancaman penggantian kandidat. Di sebuah ruang kerja kecil di pinggiran kota, jauh dari gedung partai atau kantor kampanye, Leonard duduk bersama satu-satunya orang yang masih ia percayai: Noah Evans, mantan jurnalis investigasi dan kini analis media independen. Noah melemparkan setumpuk map ke meja. “Aku sudah selidiki Elliot Rainford. Tampaknya terlalu bersih. Dan itu justru mencurigakan.” Leonard menatapnya dengan raut kosong, tapi api dalam matanya kembali menyala. “Kau temukan apa?” Noah membuka map pertama. “Elliot memang tidak terlibat skandal publik. Tapi beberapa tahun lalu, dia memimpin operasi rahasia di perbatasan. Operasi yang berujung pada hilangnya dua aktivis HAM dan jurnalis lokal. Semua ditutupi sebagai kecelakaan. Tapi ini,” Noah menyodorkan dokumen fo

