ೀ⋆。🌷𓂃˖˳·˖ ִֶָ ⋆🌷͙⋆ ִֶָ˖·˳˖𓂃 ִֶָ Pagi di Boston menyemburat dingin. Matahari baru menyentuh gedung-gedung tua bergaya kolonial ketika Nadine membuka jendela apartemennya. Ia membiarkan udara dingin menyapu wajahnya, mencoba mengusir bayang-bayang semalam yang masih menempel di pikirannya. Hari ini ia bertekad untuk hidup lebih tenang. Walaupun firasatnya tak sepenuhnya padam, Nadine memilih untuk fokus pada rutinitas barunya. Setelah membuat kopi hazelnut yang kemarin ia beli, ia duduk di depan laptop, membuka dua tab: satu untuk naskah novelnya, dan satu lagi untuk lowongan pekerjaan paruh waktu. Sambil menyeruput kopi, ₊˚.🎧 ✩。☕ 🤎 matanya tertumbuk pada iklan: "Boston Community Library membuka lowongan relawan pustakawan untuk proyek restorasi naskah kuno." Nadine mengangguk kecil. I

